Kamis, 30 April 2009

beras merah

Biasakan Mengonsumsi Beras Merah
- Bisa Mencegah Kanker?

BERAS, butir padi yang telah dibuang kulit luar (sekam atau epicarp)-nya, merupakan bahan makanan pokok bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Selain diselimuti epicarp, terdiri dari cellulose yang keras, sebiji beras juga memiliki struktur lapisan kulit dalam yang disebut pericarp, terdiri atas 2-3 lapis sel yang dibatasi selapis sel kubik bernama aleuron.

LAPISAN ini melingkupi bagian dalam biji yang disebut endosperm. Sedangkan lembaga, yang merupakan bakal benih tanaman, melekat pada bagian pangkalnya. Dari cara pengolahan, selain dikenal beras pecah kulit (beras yang dibebaskan bagian sekamnya saja), beras giling sempurna (beras giling yang bersih dari lapisan luar biji dan lembaga), dan beras poles (beras giling sempurna yang digosok kembali hingga putih mengilap yang dapat juga kemudian dilapisi minyak) ketika dalam proses penggilingan, butir-butir beras utuh dipisahkan dari butir-butir yang pecah.

Beras giling yang terdiri atas butir-butir beras utuh saja disebut beras kepala, dikenal pula beras parboil, beras konversi, serta beras premix. Meski dari sudut gizi tiga beras terakhir lebih hebat, keberadaannya di pasaran sulit ditemukan. Selain harganya lebih mahal, warnanya pun umumnya tidak menggairahkan sehingga masyarakat kita kurang menyukainya (beras parboil biasa dikonsumsi oleh masyarakat India, China, serta negara-negara Timur Tengah).

Sedangkan dari sisi jenis, masyarakat menggolongkan beras menjadi tiga golongan: beras putih (dipisahkan lagi menjadi pulen dan pera), beras ketan, dan beras merah.

Tetapi, apa pun nama berasnya, yang awam tahu tentangnya, bahan ini hanyalah sumber karbohidrat semata, pengenyang perut, "bensin" untuk beraktivitas. Padahal, jika saja mau sedikit iseng "membongkarnya", utamanya beras merah, beras memiliki banyak manfaat lain.

Menghindarkan kanker

Tahun 1992, Mindy Hermann RD, lewat artikel berjudul Minerals: from B to Z, mengendus zat lain yang juga bisa dijagokan darinya, namanya selenium, sebanyak 39 ug per 100 g bahan (kecukupan yang dianjurkan untuk laki-laki usia 16 tahun ke atas adalah 70 ug per hari, sementara untuk wanita dengan rentang usia yang sama, tidak hamil dan tak menyusui, 50-55 ug per hari).

Selenium merupakan elemen kelumit (trace element) yang merupakan bagian esensial dari enzim glutation peroksidase. Enzim ini berperan sebagai katalisator dalam pemecahan peroksida menjadi ikatan yang tidak bersifat toksik-peroksida dapat berubah menjadi radikal bebas yang mampu mengoksidasi asam lemak tidak jenuh dalam membran sel hingga merusak membran tersebut, menyebabkan kanker, dan penyakit degeneratif lainnya.

Karena kemampuannya itulah banyak pakar mengatakan bahan ini mempunyai potensi untuk mencegah penyakit kanker dan penyakit degeneratif lain.

Studi selama sepuluh tahun yang "dikomandani" the Arizona Cancer Center terhadap 1.312 laki-laki dan perempuan dengan riwayat kanker kulit, setengahnya diberi suplemen selenium sebanyak 200 ug sehari dan setengahnya lagi diberi plasebo mendapatkan, meski belum terbukti kemanjurannya menjaga subyek dari mendapat kanker kulit baru, mineral ini diketahui bisa melindungi mereka dari beberapa tipe kanker lainnya. Partisipan yang diberi suplemen selenium memiliki 63 persen, 58 persen, dan 46 persen kemungkinan lebih rendah mendapat kanker prostat, kolorektal, serta paru-paru dibanding mereka yang disuguhi placebo.

Hasil tersebut memperkuat asumsi sebelumnya. Survei geografi memperlihatkan, pada sebagian wilayah Amerika, di mana kandungan tanahnya miskin selenium, angka kejadian kanker 10 persen lebih tinggi dibandingkan dengan wilayah lain yang kandungan tanahnya kaya selenium. Beberapa studi pada binatang telah memperlihatkan pula bahwa pemberian mineral ini dapat mencegah binatang tersebut dari terkaman kanker.

Tapi kehebatan selenium tidak cuma itu. Hasil Pengamatan pada pasien yang mendapat makanan parenteral total- umumnya tidak mengandung selenium-sampai terjadi penurunan aktivitas glutation peroksidase, "terintip" munculnya kesan lemah, sakit pada otot-otot hingga kardiomiopati.

Sementara hasil penelitian yang dilakukan para ahli US Departement of Agriculture, yang melakukan pengetesan pada beberapa wanita di New Zealand (di wilayah yang tanahnya memiliki kandungan selenium rendah) yang diberi suplemen selenium secara bervariasi selama enam bulan, menemukan, pada mereka yang diberi selenium 400 ug sehari memperlihatkan kemajuan yang signifikan berkaitan dengan mood dan level energi mereka dibanding wanita yang tidak diberi atau diberi dengan kadar lebih rendah.

Selain itu, diungkapkan Wirjatmadi (2002), yang pernah melakukan pemeriksaan pada penderita gondok di Kabupaten Ngawi, selenium juga bisa berkaitan dengan gondok. Mineral ini berguna dalam proses pembentukan T3 (triiodotironin) dan T4 (tetraiodotironin), yang memiliki fungsi utama mengatur pertumbuhan dan perkembangan.

Rendahnya kadar selenium akan memengaruhi pembentukan T3 dan T4, yang bila berlangsung lama akan menyebabkan rendahnya pembentukan thyroxin dan memunculkan, salah satunya, gondok.

Jadi, jika Anda tidak mau cepat lelah, tak ingin gampang loyo saat "bertempur", serta tidak siap mendapat kanker kolorektal, paru-paru atau prostat, mulailah membiasakan mengonsumsi beras merah.

Beras merah atau brown rice adalah beras yang tidak digiling atau setengah digiling, jadi bisa dikatakan whole grain atau berbutir utuh. Beras merah mempunyai rasa sedikit seperti kacang dan lebih kenyal daripada beras putih. Meskipun lebih cepat basi, tetapi beras merah lebih bernutrisi.

Di beberapa negara di Asia, beras merah dulunya dikaitkan dengan masa kemiskinan atau masa perang dan jarang sekali dikonsumsi kecuali oleh orang yang sedang sakit, manula, dan penderita sembelit. Namun sekarang beras merah menjadi lebih mahal daripada beras putih karena faktor suplai yang terbatas, sulitnya penyimpanan dan transportasi.

Perbedaan Beras Merah dan Beras Putih
Sebenarnya antara beras merah dan beras putih biasa tidak terlalu berbeda jauh. Perbedaan keduanya terletak pada pemrosesan dan kandungan nutrisinya. Jika lapisan terluar atau kulit ari/ sekam dari biji padi dikupas maka hasilnya adalah beras merah. Namun jika lapisan dalam atau kulit padi juga dikupas, maka hasilnya adalah beras putih biasa.

Beberapa jenis vitamin dan mineral akan hilang dalam proses penggilingan butir padi. Akibatnya, beberapa nutrisi yang hilang seperti vitamin B1, B3, dan besi seringkali ditambahkan kembali pada beras putih sehingga berlabel "diperkaya" (enriched). Sementara pada beras merah, satu jenis mineral yang tidak perlu ditambahkan adalah magnesium.

Kandungan Nutrisi dan Manfaat Beras Merah:

  1. Mengandung lebih banyak magnesium.
    Satu mangkuk (195 gr) beras merah masak mengandung 84 mg magnesium, sedangkan beras putih dalam jumlah yang sama hanya mengandung 19 mg magnesium.
  2. Kaya akan fiber dan asam lemak.
    Pada beras putih biasa, lapisan kulit padi bagian dalam ikut dikupas, maka kandungan minyak dalam lapisan tersebut yang kaya akan fiber dan selulosa juga akan hilang. Padahal beberapa penelitian menunjukkan bahwa kandungan minyak pada lapisan kulit dalam padi tersebut dapat membantu menurunkan kolesterol LDL. Jadi nutrisi yang hilang termasuk fiber dan asam lemak. Sementara beras merah masih mengandung lapisan fiber dan selulosa tersebut.
  3. Mencegah sembelit.
    Karena kandungan fibernya yang tinggi, selain bernutrisi tinggi, beras merah juga mampu mencegah sembelit sehingga memperlancar pencernaan. Namun efek tersebut tergantung dari kebiasaan pengkonsumsi dan dicuci atau tidaknya beras merah tersebut sebelum dimasak.
  4. Sangat cocok untuk diet.
    Kandungan fiber yang tinggi juga membuat Anda lebih kenyang dan tidak mudah lapar sehingga cocok untuk pola diet. Salah satu contohnya, beras merah digunakan dalam hidangan diet makrobiotik, dimana teorinya adalah masakan yang tidak banyak mengalami pemrosesan dianggap lebih sehat.
  5. Kaya akan asam amino dan GABA.
    Salah satu cara memasak beras merah yang diketahui adalah dengan teknik Gamma-aminobutyric acid (GABA) atau germinated brown rice (GBR) yang mengemuka saat International Year of Rice. Caranya, beras merah direndam dalam air hangat (38OC) selama 20 jam sebelum dimasak seperti nasi putih biasa. Proses ini akan merangsang pengecambahan sehingga mengaktifkan beragam enzim dalam beras merah. Dengan cara memasak seperti ini, akan diperoleh kandungan asam amino yang lebih lengkap termasuk GABA. GABA juga sudah dikenal dapat meningkatkan hormon pertumbuhan pada manusia. Karena itulah beras merah sangat cocok bagi para binaragawan yang sangat membutuhkan protein asam amino untuk perkembangan ototnya dan sebagai pengganti beras putih biasa.
  6. Merupakan sumber mineral mangan.
    100 gram beras merah mengandung 1,1 mg mangaan atau mampu mencukupi 55% kebutuhan harian mineral mangaan.

Beras merah kini mudah didapatkan di supermaket atau swalayan dengan harga yang cukup terjangkau. Beras merah dapat bertahan selama 6 bulan dalam kondisi normal. Penyimpanan dalam lemari pendingin atau penyimpanan tertutup dari udara luar dapat memperpanjang umur beras merah. Pendinginan beras merah, meskipun jarang-jarang juga dapat mencegah datangnya ngengat.

ramah lingkungan



Energi ramah lingkungan atau energi hijau (Inggris: green energy) adalah suatu istilah yang menjelaskan apa yang dianggap sebagai sumber energi dan tenaga yang ramah terhadap lingkungan. Khususnya, istilah ini merujuk ke sumber-sumber energi yang dapat diperbaharui dan tidak mencemari lingkungan. Selain air, sinar matahari dan angin terdapat pula energi yang berasal dari makhluk hidup. Termasuk dalam kategori yang terakhir sering disebut juga sebagai biomassa, yang sebagai salah satu contohnya adalah minyak jelantah.

Secara umum jenis energi ini termasuk ke dalam energi terbaharui.

http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/b/b7/Greenpark_wind_turbine_arp.jpg/448px-Greenpark_wind_turbine_arp.jpg

pengaruh fashion

pengaruh-komponen-atmospherics-terhadap-perilaku-pembelian-konsumen-pada-distro-bandung-sport-malang

Kota Malang yang telah dikenal oleh masyarakat luas sebagai kota pendidikan dengan banyaknya perguruan-perguruan tinggi yang ada di sana. Namun pada perkembangannya, hingga saat ini isu-isu kota malang sebagai kota mode setelah Bandung juga semakin diperkuat dengan semakin maraknya pendirian toko-toko fashion terutama distro (Distribution Outlet) clothing seperti Realizm, Perfect Cone, Inspired, Bandung Sport, The Reds, Sport Mania dan masih banyak lagi yang lain (Amel et. al:2006)

Konsep Distribution Outlet clothing yang lebih dikenal dengan sebutan distro tersebut merupakan jenis usaha ritel yang menyediakan berbagai pakaian casual, jaket, rok, pakaian-pakaian berbahan dasar jeans serta beraneka assesoris baik merek-merek non lokal maupun lokal seperti produk yang didatangkan dari Bandung dan lebih mengkhususkan segmen mereka pada kebutuhan anak-anak muda dan mahasiswa.

Dengan berlokasi di kota Malang, usaha-usaha distro ini diprediksi akan memiliki prospek yang baik dengan pertimbangan sebagai berikut :
1. Pangsa pasar di kota Malang yang cukup luas khususnya dari kalangan mahasiswa. Hal ini dikarenakan Malang sebagai kota pendidikan yang memiliki sejumlah perguruan tinggi ternama, Perguruan tinggi negeri termasuk Universitas Brawijaya, Universitas Negeri Malang, STAIN Malang (sekarang Universitas Islam Negeri Malang), serta terdapat cabang Sekolah Tinggi Administrasi Negara (STAN). Beberapa perguruan tinggi swasta terkemuka diantaranya Universitas Muhammadiyah Malang, Universitas Merdeka, Universitas Gajayana, dll. (Wikipedia kota Malang:2003) dan “dengan pembeli 90% dari kalangan mahasiswa” dari seluruh omzet penjualan mereka (Amel et. al:2006).

2. Aneka kebutuhan fashion yang selalu melekat pada manusia yang akan terus ada dan berkembang. Sebagaimana definisi fashion yang dikemukakan oleh Levy Michael dan Barton (2004:139) “fashion is a type of product or away of behavioring that is temporarily adopted by a large number of consumer because the product or behavior is considered to be socially appropriate for the time and place,” yang dapat diambil pengertian bahwa fashion merupakan sebuah tipe produk atau sejauh mana perilaku yang secara sementara waktu digunakan oleh sejumlah besar konsumen karena produk atau perilaku dinilai oleh masyararakat layak/pantas pada tempat pada waktu dan tempat tertentu.

3. Gaya hidup anak muda yang secara mayoritas mereka adalah para pecandu fashion (fashionholic), (Amel et. al:2006).

Bandung Sport sebagai salah satu distro yang ada di kota Malang juga dinilai mampu mencuri minat anak-anak muda kota Malang yang menginginkan busana fashionable dan mengkhususkan produk-produknya dari Bandung dengan merek lokal. Konsep toko yang mengkhususkan pada produk bermerek lokal pada distro tersebut ternyata dapat menghasilkan omzet yang cukup bagus dan membuat usaha tersebut terus berekspansi ke beberapa kota di luar Malang (Majalah Pengusaha :2006).

Sebagaimana telah digambarkan di atas, bahwa bisnis distro pakaian merupakan bidang bisnis yang patut dan layak untuk terus dijalankan. Namun pada kenyataannya tidak semua pebisnis ritel yang memfokuskan usahanya pada produk-produk fashion dapat berjalan mulus dalam memasarkan produknya searah dengan harapan dan prospek pasar yang telah ada.

Dari sudut pandang pemasaran, salah satu hal yang menjadi indikator penyebabnya adalah karena kebijakan-kebijakan pemasaran yang dibuat para peritel masih belum efektif dalam memberikan pengaruh kepada para konsumen sasarannya serta merangsang atau meningkatkan pembelian baik yang bersifat terencana maupun impulsif.

Hal tersebut terjadi karena para peritel belum benar-benar memahami perilaku para konsumennya, sebagaimana pernyataan tentang fenomena pemasaran yang telah dikemukakan oleh Kotler (Terjemahan, 2003:11) mengenai kebutuhan pelanggan bahwa “perusahaan dapat mendefinisikan pasar sasaran tetapi gagal memahami kebutuhan pelanggan secara akurat.” Upaya pemahaman terhadap kebutuhan dan keinginan pelanggan sendiri bukanlah merupakan permasalahan yang bisa dipandang sederhana karena beberapa pelanggan memiliki kebutuhan yang tidak sepenuhnya mereka sadari.

Kotler (Terjemahan, 2003:13) mengutarakan bahwa kebutuhan merupakan tuntutan dasar manusia, seperti orang membutuhkan makan, udara, air, pakaian dan tempat berlindung untuk bisa bertahan hidup. Sedangkan kebutuhan akan menjadi keinginan bila diarahkan ke objek tertentu yang mungkin dapat memenuhi kebutuhan tesebut dan permintaan sendiri adalah keinginan akan produk tertentu yang didukung kemampuan untuk membelinya dan pelanggan berperilaku guna memaksimalkan nilai. Dari pernyataan tersebut dapat disimpulkan bahwa seorang pemasar selain harus dapat membaca kebutuhan konsumen, dia juga harus dapat memahami apa yang menjadi keinginan para konsumennya sehingga terwujud permintaan.


Adanya pengaruh perspektif experiental sebagaimana dikemukakan Sutisna (2003:17) tentang proses pengambilan keputusan pembelian adalah “bahwa banyak tindakan yang dihasilkan dari adanya kebutuhan manusia pada perasaan-perasaan dan emosinya” yang pada akhirnya akan menghasilkan dua jenis tipe pembelian yaitu purchase impulse dan variety seeking. Dari hal tersebut terdapat faktor perasaan dan emosi yang dapat dijadikan celah bagi para peritel sekaligus nilai tambah yang dapat dia berikan kepada pelanggannya ketika berbelanja di toko ritelnya.

Banyak hal yang harus dicermati oleh para peritel dalam memahami bagaimana para konsumennya berperilaku, dan faktor apa saja yang berpengaruh terhadapnya. Termasuk adanya fenomena mengapa konsumen lebih tertarik untuk mengunjungi distro atau toko tertentu, dapat menghabiskan waktu berbelanja lebih lama dan pada akhirnya memutuskan untuk membeli pakaian pada distro tersebut.